MAKALAH
PENGANTAR BISNIS
PENGELOLAAN
ORGANISASI DAN
SUMBER DAYA
MANUSIA DALAM BISNIS

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1/
KELAS 01
1.
Deti Sophiaramadani
2.
Mila Puji Astuti
3.
Moses Nedik
4. Rinta
Frinsiska
PROGRAM STUDI AKUNTANSI, FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ANTAKUSUMA PANGKALAN BUN
TAHUN 2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia serta
taufik dan hidayah-Nya kami
dapat menyelesaikan makalah tentang Pengelolaan
Organisasi Dan Sumber Daya Manusia Dalam Bisnis dengan
baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih kepada
Ibu Siti Khotimah, SE, MM selaku Dosen mata kuliah Pengantar Bisnis yang telah
memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap
makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita
mengenai Pengelolaan Organisasi Dan
Sumber Daya Manusia Dalam Bisnis. Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, Kami
berharap adanya kritik, saran maupun usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah yang sederhana ini dapat dipahami
bagi siapapun yang membacanya. Sebelumnya kami
mohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini ada kata-kata yang kurang
berkenan.
Pangkalan Bun, September 2015
Penulis
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR
ISI ii
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang 1
1.2 Rumusan
Masalah 2
1.3 Tujuan
3
1.4 Manfaat 3
BAB 2 Pengelolaan
Organisasi
2.1
Pengertian
Organisasi 4
2.2
Tujuan Organisasi 5
2.3
Misi Organisasi 5
2.4
Bentuk-Bentuk
Organisasi 7
2.5
Jenis-Jenis
Organisasi 11
2.6
Pentingnya
Organisasi 12
2.7
Pengelolaan
Organisasi 14
BAB 3 Sumber
Daya Manusia
3.1
Pengertian Sumber
Daya Manusia 15
3.2
Pengertian
Manajemen SDM 16
3.3
Tujuan Manajemen
SDM 17
3.4
Fungsi Manajemen
SDM 19
3.5
Aktivitas SDM Dalam
Menghadapi Bisnis 20
BAB 4 PENUTUP
4.1 Kesimpulan 21
DAFTAR
PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Era globalisasi telah bergulir,
dominasi teknologi informasi sebagai infrastruktur menjadi sahabat para pelaku
bisnis. Ekonomi akan lebih berbasis pada pengetahuan, bukan tanah, atau
mesin-mesin tradisional. Aset ekonomi semakain tidak lagi bersifat fisik,
seperti gedung, mesin atau properti lainnya, tetapi bersifat mental
intelektual, seperti persepsi pasar, hubungan, citra perusahaan, citra merek,
hak paten, kredibilitas, visi, dan pengetahuan khusus. (Senamo,2002)
Persaingan
antar perusahaan di era globalisasi semakin tajam, sehingga sumber daya manusia
( SDM ) dituntut untuk terus-menerus mampu mengembangkan diri secara proaktif.
SDM harus menjadi manusia-manusia pembelajar, yaitu pribadi-pribadi yang mau
belajar dan bekerja keras dengan penuh semangat, sehingga potensi insaninya
berkembang maksimal.
Oleh
karena itu, SDM yang diperlukan pada saat ini adalah SDM yang sanggup
mengguasai teknologi dengan cepat, adaptif, dan responsif terhadap
perubahan-perubahan teknologi. Dalam kondisi tersebut integritas pribadi
semakin penting untuk memenangkan persaingan.
Agar
perusahaan mampu terus bertahan dan bersaing, dominasi teknologi saja tidak
cukup jika tidak ditunjang oleh SDM yang andal, sehingga investasi dalam sumber
daya ekonomi yang paling berharga, yaitu SDM tidak dapat ditunda lagi. Ancaman
nyata terbesar terhadap stabilitas ekonomi adalah angkatan kerja yang tidak
siap untuk menghadapi tantangan-tantangan maupun perubahan-perubahan yang
terjadi di sekelilingnya. SDM yang tidak mempunyai kesanggupan menghadapi
tuntutan-tuntutan globalisasi menganggap pekerjaan sebagai beban. Mereka
menjalani pekerjaan sebagai suatu keharusan dan tuntutan. Kondisi akhirnya
adalah tidak dirasakan makna kerja. SDM yang menganggap pekerjaan sebagai beban
dapat dikatakan sebagai SDM yang mempunyai etos kerja rendah.
1.2
Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian diatas, dapat
dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut :
a)
Apakah yang dimaksud dengan pengelolaan
organisasi dan sumber daya manusia ?
b)
Bagaimana cara mengelola organisasi
dengan baik ?
c)
Apa saja tugas-tugas sumber daya manusia
?
d) Apa
alasan pentingnya sumber daya manusia dalam sebuah organisasi ?
e)
Bagaimana proses dan cara pengelolaan
sumber daya manusia dalam organisasi ?
f)
Apa pengaruh sumber daya manusia dalam
organisasi ?
1.3
Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah :
Adapun tujuan dari makalah ini adalah :
a) Mendefinisikan apa yang dimaksud dengan pengelolaan
organisasi dan sumber daya manusia.
b) Mengetahui cara mengelola organisasi
dengan benar
c) Mengetahui struktur serta tugas SDM serta
bagaimana pengaruh SDM dalam sebuah organisasi
1.4
Manfaat
Manfaat yang didapatkan adalah pemahaman terhadap pengelolaan organisasi dan sumber daya manusia dalam bisnis.
Manfaat yang didapatkan adalah pemahaman terhadap pengelolaan organisasi dan sumber daya manusia dalam bisnis.
BAB
2
PENGELOLAAN ORGANISASI
PENGELOLAAN ORGANISASI
2.1
Pengertian
Organisasi
Organisasi
dapat diartikan bermacam-macam tergantung dari arah mana kita memandangnya.
Teori Klasik memandang organisasi itu sebagai suatu wujud. Sedangkan Teori
Sistem memandang organisasi sebagai suatu proses.
Kalau kita
memandang dari segi wujud maka organisasi adalah kerja sama orang-orang atau
sekelompok orang untuk mencapai tujuan yang diingini.
Contoh: seorang bapak
mengajak anaknya mengakat sebuah meja ke pinggir jalan untuk tempat berjualan.
Dari contoh ini kita sudah melihat adanya suatu organisasi.
Walaupun bentuk
organisasi ini masih sederhana, tetapi telah terlihat adanya ciri-ciri
organisasi, yang sekurang-kurangnya harus ada untuk setiap organisasi mana pun
juga. Ciri-ciri tersebut adalah:
a.
Ada orang-orang, dalam arti lebih dari
satu orang(bapak dan anaknya)
b.
Ada kerja sama (mengangkat sebuah meja)
c.
Ada tujuan (untuk berjualan)
Secara
ringkas dapat diberikan batasan organisasi sebagai berikut :
1. Dalam arti badan, organisasi adalah
sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Dalam arti bagan, organisasi adalah
gambaran skematis tentang hubungan kerja sama antara orang-orang yang terdapat
dalam suatu badan untuk mencapai suatu tujuan.
3. Dalam arti dinamis, organisasi adalah
suatu proses penetapan dan pembagian pekerjaan, pembatasan tugas dan tanggung
jawab, serta penetapan hubungan antara unsur-unsur organisasi, sehingga
memungkinkan orang bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan.
2.2
Tujuan
Organisasi
Tujuan adalah akhir
dari segala aktivitas atau kegiatan (end). Oleh sebab itu, setiap orang
mempunyai keinginan dan berusaha melakukan kegiatan yang berakhir dengan
tercapainya keinginan tersebut. Organisasi terbentuk karena orang tidak mampu
mencapai tujuannya sendirian. Di dalam kenyataan tujuan itu bertingkat-tingkat,
mulai dari tingkat yang paling hakikat (abstak) sampai kepada yang paling nyata
karena setiap orang atau organisasi dimana pun didunia ini tidak mau
berakhir(end). Supaya tidak berahkir maka ada tingkat-tingkat tujuan yang perlu
diketahui oleh setiap orang yang terlibat dalam organisasi yaitu misi, tujuan
strategik, dan tujuan operasional.
2.3
Misi
Organisasi
Supaya hidup seseorang
atau organisasi tidak berakhir n perlu diwujudkan misi. Misi adalah tujuan yang
paling hakiki dan mempunyai nilai yang paling tinggi dalam kehidupan manusia
maupun organisasi yaitu mempertahankan kelangsungan hidup(survival). Baik
manusia maupun organisasi dimana pun mereka berada dalam hal misi ini tentu
sama dan selalu berusaha untuk survive agar tidak berakhir kehidupannya.
Menurut stephen robbins
mengemukakan bahwa tujuan organisasi ke luar adalah untuk memenuhi kepuasan
langganan(masyarakat) dan kesejahteraan sosial, sedangkan tujuan organisasi ke
dalam adalah sebagai berikut:
a.
Mendapatkan keuntungan(profitability)
Semua perusahaan
memerlukan keungan yang wajar supaya mereka dapat menanam modal kembali. Kalau
hal ini tidak dapat dilakukan maka kelangsungan hidup perusahaan tersebut
sangat diragukan.
b.
Pertumbuhan (Growth)
pertumbuhan yang akan
dikejar oleh perusahaan dalam pertumbuhan anggaran biaya, keuntungan, jumlah
pegawai dan bagunan pabrik. Kalau hal itu ini tidak dijaga maka ada kemungkinan
perusahaan itu akan kalah bersaing dengan perusahaan lain. Umpamanya kalau
perusahaan si A tumbuh, sedangkan perusahaan si B tetap saja, maka perusahaan
si A dikatakan maju sedangkan perusahaan si B tertinggal di berlakang.
c.
Perluasan pasar
Pertumbuhan tidak akan
ada artinya kalu tidak dibarengi dengan perluasan pasar bagi hasil prodyksinya,
terutama dalam keadaan tidak terdapatnya monopoli oleh perusahaan tersebut.
Jadi, walau produksi meningkat tetapi kalau tidak laku dijual maka perusahaan
akan rugi. Oleh sebab itu, perluasan pasar makin lama makin besar perannya.
d.
Kepemimpinan
Banyak organisasi yang
menyertakan kepemimpinan sebagai tujuan yang akan mereka capai karena
kepemimpinan sumber pembaharuan, seperti menciptakan produk-produk dan jasa.
Dengan lahirnya produk baru dari suatu perusahaan maka untuk beberapa lama
perusahaan tersebut akan dapat merebut pasaran yang tentu mendatangkan
keuntungan bagi perusahaan.
e.
Produktivitas
Organisasi harus
meningkatkan produktivitas dalam segala aktivitas dalam segala hal yaitu mempu
memproses bahan masukan (input)
menjadi keluaran (output) yang bermutu tinggi dengan biaya yang serendah-rendahnya.
Dengan perakataan lain, efesiensi harus dijalankan di dalam perusahaan
tersebut. Bagaimanapun berhasilnya atau efektifnya perusahaan, tetapi kalau
unsur efeksiensi tidak diterapkan maka perusahaan maka perusahaan itu tidak
akan lama bertahan hidup lebih lama.
2.4
BENTUK-BENTUK
ORGANISASI
Dalam suatu organisasi,
dengan segala aktivitasnya, terdapat hubungan diantara orang-orang yang
menjalankan aktivitas tersebut. Makin banyak kegiatan yang dilakukan dalam
suatu organisasi, makin kompleks pula hubungan-hubungan yang ada. Untuk itulah
dibuat bagan yang menggambarkan hubungan tersebut, termasuk hubungan antara
masing-masing fungsi atau kegiatan. Bagan ini dikenal sebagai bagan organisasi
atau struktur organisasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada masing-masing
struktur organisasi yaitu :
a. Organisasi
garis
Pada organisasi jenis
ini, garis bersama dari kekuasaan dan tanggung jawab bercabang pada setiap
tingkat pimpinan, dari yang teratas sampai yang ke bawah. Setiap atasan
mempunyai sejumlah bawahan dan masing-masing bawahan memberikan
pertanggung-jawaban tugasnya kepada atasannya. Dalam hal ini seseorang hanya
bertangg ung jawab pada satu atasan. Karena itu, organisasi garis, atasan
dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas, karena ia tidak memiliki staf (
pembantu staf ). Jenis organisasi ini sesuai untuk perusahaan kecil.
Organisasi garis
memiliki kebaikan dan kelemahan
Kebaikan organisasi
garis :
·
Kesatuan dalam pimpinan dan perintah
·
Pengambilan keputusan lebih cepat
·
Solidaritas karyawan tinggi
·
Biayanya rendah
Keburukan
organisasi garis :
·
Terlalu bergantung pada satu orang (
pimpinan ). Sehingga, kalau ia tidak mampu, akan mempengaruhi kelangsungan
hidup organisasi tersebut.
·
Adanya kecenderungan pimpinan untuk
bertindak otokratis
·
Perkembangan kesempatan karyawan
terbatas
b. Organisasi
garis dan Staf
Organisasi ini banyak
digunakan oleh perusahaan besar yang daerah usahanya luas serta memiliki bidang
tugas yang kompleks. Di sini satuan perintah juga dipertahankan, atasan
memiliki bawahan tertentu dan bawahan hanya menerima perintah dari atasan.
Dalam struktur
organisasi garis dan staf juga dijumpai adanya kebaikan dan keburukan.
Kebaikan organisasi
garis dan staf :
·
Relevan untuk perusahaan besar
·
Keputusan lebih rasional karena adanya staf
ahli
·
Dapat mewujudkan In the right man In the
right place.
Keburukan
organisasi garis dan staf :
·
Organisasinya rumit karena kompleksnya
susunan organisasi serta membutuhkan biaya tingggi
·
Koordinasi kadang-kadang sukar
diterapkan
·
Solidaritas sesama karyawan berkurang
karena jumlahnya yang banyak sehingga memungkinkan mereka untuk tidak lagi
saling mengenal.
c. Organisasi
Fungsional
Organisasi ini
didasarkan atas fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi tersebut, seperti
fungsi produksi, keuangan, personalia, administrasi, dan lain-lain. Dalam
organisasi fungsional, seorang karyawan tidak bertanggung jawab kepada satu
atasan saja. Pimpinan berwenang pada satuan – satuan organisasi dibawahnya
untuk bidang pekerjaan tertentu. Pimpinan berhak memerintah semua karyawan di
semua bagian, selaam masih berhubungan dengan bidang kerjanya.
Sebagaimana dua
struktur organisasi sebelumnya, dalam organisasi fungsional juga dijumpai
adanya kebaikan dan keburukan.
Kebaikan organisasi
fungsional :
·
Pembagian tugas jelas
·
Spesialisasi karyawan dapat
berkembangkan dan digunakan semaksimal mungkin
·
Masing-masing fungsi dipegang oleh orang
yang ahli dalam bidangnya, sehingga terdapat keserasian antara tugas dan
keahliannya.
Keburukan
organisasi fungsional :
·
Tidak ada kesatuan perintah karena
karyawan dapat menerima perintah dari beberapa atasan yang sama-sama memiliki
kekuasaan
·
Karyawan yang telah merasa ahli dalam
bidangnya sulit bekerja sama, karena masing-masing merasa bidang
spesialisasinyalah yang terpenting.
2.5
JENIS-JENIS
ORGANISASI
Dalam berbagai
literatur, terdapat berbagai jenis organisasi yang diklasifikasikan berdasarkan
beberapa hal. Pada umumnya penggolongan organisasi didasarkan pada hal-hal
berikut ini :
a.
Ukuran jumlah pegawai. Organisasi
dikategorikan berukuran besar apabila jumlah pegawainya lebih dari 100 orang,
berukuran sedang apabila lebih dari 50 namun kurang dari 100, dan berukuran
kecil apabila kurang dari 50 orang.
b.
Tujuan organisasi. Apakah untuk mencari
keuntungan/profit (seperti Aqua, Walls) atau tidak mencari keuntungan/nirlaba
(seperti Yayasan Kehati, Tifa, Masyarakat Transparansi Indonesia, UNICEF).
c.
Produk yang dihasilkan. Apakah sebagai
perusahaan manufaktur (seperti Coca Cola dan Indofood) ataukah sebagai
perusahaan jasa yang antara lain, meliputi bank, restoran (seperti McDonalds
atau rumah makan Sederhana), perusahaan penerbangan (seperti Garuda Airlines,
Batavia Airlines), perusahaan jasa pencari informasi internet (seperti Google,
Yahoo), perusahaan riset (seperti AC Nielsen atau Surveyor), maupun jasa
konsultan, seperti McKinsey.
2.6
PENTINGNYA
ORGANISASI
Sepertinya sulit sekali
dipercaya, namun pada kenyataannya, organisasi yang kita ketahui sekarang
berusia relatif baru dalam sejarah manusia. Bahkan pada akhir abad ke-19 pun,
hanya sedikit sekali organisasi (yang mempunyai serikat pekerja atau yang
bergabung dengan asosiasi perdagangan dunia. Bisnis-bisnis pun masih sedikit
yang berukuran besar atau yang berbentuk organisasi nirlaba). Revolusi industri
dan perkembangan organisasi-organisasi besar ternyata telah mengubah
keseluruhan masyarakat. Perlahan-lahan, organisasiorganisasi menjadi pusat
kehidupan manusia dan saat ini organisasi memiliki pengaruh yang amat besar
terhadap kehidupan masyarakat.
Organisasi
ada di sekitar kita dan membentuk kehidupan kita dengan berbagai cara. Namun,
apa kontribusi dari organisasi tersebut? Mengapa organisasi menjadi begitu
penting? Organisasi menyatukan sumber dayasumber daya untuk mencapai tujuan
tertentu. Organisasi juga memproduksi barang dan jasa yang diinginkan pelanggan
dengan harga bersaing. Organisasi mencari cara yang lebih inovatif agar dapat
memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa lebih efisien, termasuk juga
dengan mendesain ulang struktur organisasi dan praktik-praktik manajemen dalam
organisasi tersebut.
Organisasi
menciptakan sebuah dorongan untuk berinovasi dan tidak hanya bergantung pada
standar produk serta cara-cara kuno dalam melakukan sesuatu. Organisasi juga
beradaptasi terhadap perubahan lingkungan yang cepat sekaligus mempengaruhinya.
Salah satu perubahan lingkungan eksternal yang signifikan saat ini adalah
globalisasi. Organisasi, seperti Coca Cola, AES Corporation, Heinekenm Brewereis,
IBM 3.6. Pengantar bisnis kini saling bekerja sama dalam bentuk aliansi
strategik dan partnership dengan berbagai perusahaan di berbagai belahan dunia.
Hal tersebut merupakan upaya untuk mempengaruhi lingkungan dan bersaing di
skala global.
Melalui
berbagai aktivitasnya, organisasi menciptakan nilai bagi pemilik, pelanggan,
serta pegawainya. Manajer perlu memahami bagian-bagian operasional mana di
dalam organisasi yang menciptakan nilai dan mana yang tidak. Sebuah organisasi
akan mampu meraih keuntungan apabila nilai yang diciptakan lebih besar dibandingkan
biaya yang dikeluarkan.
Organisasi
juga perlu menghadapi berbagai tantangan yang berbentuk keanekaragaman dalam
bekerja (work diversity), semakin memperhatikan etika dan tanggung jawab
sosial, sekaligus tetap mencari cara yang paling efektif dalam memotivasi para
pegawai agar mereka dapat bekerja sama dengan baik untuk mencapai tujuan
organisasi.
Secara
singkat, keberadaan organisasi sangat penting karena beberapa alasan antara
lain :
a.
Menyatukan sumber daya demi mencapai
tujuan dan memberikan hasil
b.
Memproduksi barang dan jasa secara
efisien
c.
Memfasilitasi inovasi
d.
Menggunakan teknologi manufaktur dan
informasi modern
e.
Beradaptasi dan mempengaruhi perubahan
lingkungan
f.
Menciptakan nilai bagi pemilik,
pelanggan, dan pegawai
g.
Mengakomodasi tantangan yang meliputi
keberagaman etika serta motivasi dan koordinasi pegawai
2.7
Pengelolaan Organisasi
Pengelolaan
organisasi bukan hanya pemimpin yang menjalankan, tapi juga paraanggota dan
pihak-pihak yang bersangkutan dengan organisasi tersebut. Dalam pengelolaannya terdapat dua hal yang harus diperhatikan :
a.
Pertama, prinsip pengelolaan ( prinsip
manajemen )
yaitu bagaimana memimpin orang-orang.
b.
Kedua, prinsip
mengorganisasi kegiatan yang menyangkut orang-orang yang dipimpin tersebut (
prinsip organisasi ).
Kedua prinsip tersebut saling
memperkuat dan mempunyai dasar yang sama dalam pengelolaan kerja kelompok
individu yang terlibat dalam suatu organisasi
BAB 3
SUMBER DAYA MANUSIA DALAM BISNIS
SUMBER DAYA MANUSIA DALAM BISNIS
3.1
Pengertian
Sumber Daya Manusia ( SDM )
Sumber
daya manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang memiliki akal perasaan,
keinginan, keterampilan, pengetahuan, dorongan, daya, dan karya ( rasio, rasa,
dan karsa ). Betapapun majunya teknologi, perkembangan informasi, tersedianya
modal dan memadainya bahan, jika tanpa SDM sulit bagi organisasi itu untuk
mencapai tujuannya.
Werther
dan Davis ( 1996 ), menyatakan bahwa sumber daya manusia adalah “ pegawai yang
siap, mampu, dan siaga dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi”. Sebagaimana
dikemukakan bahwa dimensi pokok sisi sumber daya adalah kontribusinya terhadap
organisasi, sedangkan dimensi pokok manusia adalah perlakuan kontribusi
terhadapnya yang pada gilirannya akan menentukan kualitas dan kapabilitas
hidupnya.
Sumber daya manusia berkualitas
tinggi menurut Ndraha ( 1999 ) adalah sumber daya manusia yang mampu
menciptakan bukan saja nilai komparatif tetapi juga nilai
kompetitif-generatif-inovatif dengan menggunakan energi tertinggi seperti :
intelligence, creativity dan imagination; tidak lagi semata-mata menggunakan
energi kasar, seperti bahan mentah, lahan, air, tenaga otot, dan sebagainya.
Realitasnya,
ada jumlah negara yang dapat dikatakan tidak memiliki sumber daya alami tetapi
sangat maju perekonomiannya karena keunggulan sumber daya manusianya. Contohnya
negara Jepang dan Singapura. Sebaliknya, ada negara yang memiliki keduanya
tetapi ternyata tertinggal dan terpuruk perekonomiannya hanya karena sumber
daya manusianya masih berada di bawah standar “ unggul “. Contoh negara
Indonesia. Memang, di banyak negara yang tergolong dalam kelompok negara
berkembang, semua sumber daya tersebut masih laten ( masih berupa potensi ) dan
masih harus dikembangkan.
Bagi perusahaan, ada tiga sumber
daya strategis lain yang mutlak harus mereka miliki untuk dapat menjadi sebuah
perusahaan unggul.
Tiga
sumber daya kritis tersebut menurut Ruki ( 2003 ) adalah :
a.
Financial resource, yaitu sumber daya
berbentuk dana/modal financial yang dimiliki.
b.
Human resource, yaitu sumber daya yang
berbentuk dan berasal dari manusia yang secara tepat dapat disebut sebagai
modal insani.
c.
Informational resource, yaitu sumber
daya yang berasal dari berbagai informasi yangn diperlukan untuk membuat
keputusan strategis ataupun taktis.
3.2
Pengertian
Manajemen SDM
Manajemen sumber daya
manusia ( MSDM ) merupakan bidang strategis dari organisasi. Manajemen sumber
daya manusia harus di pandang sebagai perluasan dari pandangan tradisional
untuk mengelola orang secara efektif dan untuk itu membutuhkan pengetahuan
tentang perilaku manusia dan kemampuan mengelolanya.
Menurut
Simamora ( 1997 ), manajemen sumber daya manusia adalah pendayagunaan,
pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan individu anggota
organisasi atau kelompok pekerja.
Menurut
Dessler ( 1997 ), manajemen sumber daya manusia adalah suatu kebijakan dan
praktik yang dibutuhkan seseorang yang menjalankan aspek “ orang “ atau sumber
daya manusia dari posisi seorang manajemen, meliputi perekrutan, penyaringan,
pelatihan, pengimbalan dan penilaian.
Menurut Schuler, et al. ( 1992 ), manajemen
sumber daya manusia merupakan pengakuan tentang pentingnyya tenaga kerja
organisasi sebagai sumber daya manusia yang sangat penting dalam memberikan
kontribusi bagi tujuan-tujuan organisasi, dan menggunakan beberapa fungsi dan
kegiatan untuk memastikan bahwa SDM tersebut digunakan secara efektif dan adil
bagi kepentingan individu, organisasi dan masyarakat.
3.3
Tujuan
Manajemen Sumber Daya Manusia
Menurut Cushway ( dalam
Irianto, 2001 ), tujuan MSDM meliputi:
a.
Memberi pertimbangan manajemen dalam
membuat kebijakan SDM untuk memastikan bahwa organisasi memiliki pekerja yang
bermotivasi dan berkinerja yang tinggi, memiliki pekerja yang selalu siap
mengatasi perubahan dan memenuhi kewajiban pekerjaan secara legal.
b.
Mengimplementasikan dan menjaga semua
kebijakan dan prosedur SDM yang memungkinkan organisasi mampu mencapai
tujuannya.
c.
Membantu dalam pengembangan arah
keseluruhan organisasi dan strategi, khususnya yang berkaitan dengan implikasi
SDM.
d.
Memberi dukungan dan kondisi yang akan membantu
manajer mencapai tujuannya.
e.
Menangani berbagai krisis dan situasi
sulit dalam hubungan antar pekerja untuk menyakinkan bahwa mereka tidak
menghambat organisasi dalam mencapai tujuannya.
f.
Menyediakan media komunikasi antara
pekerja dan manajemen organisasi
g.
Bertindak sebagai pemelihara standar
organisasional dan nilai dalam manajemen SDM.
Sementara itu, menurut Schuler et al (
dalam Irianto, 2001 ) setidaknya MSDM memiliki tiga tujuan utama, yaitu :
a.
Memperbaiki tingkat produktivitas
b.
Memperbaiki kualitas kehidupan kerja
c.
Menyakinkan organisasi telah memenuhi
aspek-aspek legal
Perusahaan atau organisasi dalam bidang
sumber daya manusia tentunya menginginkan agar setiap saat memiliki sumber daya
manusia yang berkualitas dalam arti memenuhi persyaratan kompetensi untuk
didayagunakan dalam usaha merealisasi visi dan mencapai tujuan-tujuan jangka
menengah dan jangka pendek, sumber daya manusia seperti itu hanya akan
diperoleh dari karyawan atau anggota organisasi yang memenuhi ciri-ciri atau
karakteristik sebagai berikut :
a.
Memiliki pengetahuan penuh tentang
tugas, tanggung jawab, dan wewenangnya.
b.
Memiliki pengetahuan ( knowledges ) yang
diperlukan, terkait dengan pelaksanaan tugasnya secara penuh.
c.
Mampu melaksanakan tugas-tugas yang
harus dilakukannya karena mempunyai keahlian/keterampilan ( skills ) yang
diperlukan
d.
Bersikap produktif, inovatif/kreatif,
mau bekerja sama dengan orang lain, dapat dipercaya, loyal dan sebagainya.
3.4
Fungsi
Manajemen Sumber Daya Manusia
a.
Perencanaan
b.
Pengorganisasian
c.
Pengarahan dan pengadaan
d.
Pengendalian
e.
Pengembangan
f.
Kompensasi
g.
Pengintegrasian
h.
Pemeliharaan
i.
Kedisplinan
j.
Pemberhentian
3.5
Aktivitas
SDM Dalam Menghadapi Bisnis
·
Prediksi SDM perlu dilakukan secara
kualitatif dan kuantitatif melalui penelitian SDM
·
Rekrutmen dan seleksi harus mendasarkan
pada faktor kemampuan, kepribadian yang positif, bermotivasi tinggi,
nilai-nilai yang menunjang misi, visi serta strategi masa depan.
·
Orientasi perlu dilakukan dengan
mendasarkan pada budaya perusahaan
·
Pelatihan serta pengembangan perlu
mengacu pada kompetensi, motivasi dan nilai-nilai yang diharapkan serta
hasilnya harus dapat diukur
·
Pemeliharaan perlu dilakukan dengan
memperhatikan hak dan kewajiban karyawan secara seksama.
·
Penilaian prestasi perlu benar-benar
menilai prestasi karyawan secara tepat dan beriorientasi pada pengembangan
karyawan
·
Penanaman nilai yang menekankan pada
paradigma learning or ganization, dan budaya organisasi yang beriorientasi pada
profesional
·
Memerhatikan faktor-faktor eksternal,
strategi perusahaan yang beriorientasi global, lingkungan bisnis dan lain-lain
·
BAB 4
PENUTUP
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Organisasi
dapat diartikan bermacam-macam tergantung dari arah mana kita memandangnya.
Teori Klasik memandang organisasi itu sebagai suatu wujud, sedangkan Teori
Sistem memandang organisasi sebagai suatu proses. Kalau kita memandang dari
segi wujud maka organisasi adalah kerja sama orang-orang atau sekelompok orang
untuk mencapai tujuan yang diingini.
Tujuan
adalah akhir dari segala aktivitas atau kegiatan(end). Oleh sebab itu, setiap
orang mempunyai keinginan dan berusaha melakukan kegiatan yang berakhir dengan
tercapainya keinginan tersebut.
Sumber
daya manusia merupakan satu-satunya sumber daya yang memiliki akal perasaan,
keinginan, keterampilan, pengetahuan, dorongan, daya, dan karya ( rasio, rasa,
dan karsa ). Betapapun majunya teknologi, perkembangan informasi, tersedianya
modal dan memadainya bahan, jika tanpa SDM sulit bagi organisasi itu untuk
mencapai tujuannya.
4.2
DAFTAR
PUSTAKA
Arif, Sjofyan
Mirrian. 2005. Organisasi Dan Manajemen. Universitas
Terbuka. Tangerang Selatan
Fuad, M. 2005. Pengantar Bisnis. PT Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta
Sutrisno, Edy H.
2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Prenada
Media Group. Jakarta
Suyanto, M.
2005. Teknologi Informasi Untuk Bisnis.
C.V Andi Offset.
Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar